Loading...

Kalau Sudah Ada Aku, Jangan Sampai Ada Dia. Sampai Sini Paham Tidak?


Sudah berulang kali aku peringatkan dirimu, jika memang sudah bosan, tidak ingin bersama, atau ingin mempersilahkan aku pergi, katakanlah dengan berani, jangan bermain petak umpet dibelakangku dengan orang lain.
Tahu kenapa? itu menyakitkan, dan bukankah dari awal aku sudah sering berkata “jika sudah aku, jangan sampai ada dia” masak sampai sini kamu tidak juga paham maksudku?
Ayolah, kita sudah sama-sama dewasa, jangan lagi bermain petak umper seperti anak kescil, karena ini soal perasaan yang harus kamu pertegas bagaimana kedepannya.

Jangan mencoa bermain dibelakangku, jika memang sudah ingin pergi, ingin singgah ke hati yang lain, ingin pindah hati maka berkatalah terus terang.
Sulit? pasti sulit, hanya seseorang yang benar-benar memiliki tanggung jawab yang berani mengungkapkan kebosanannya dengan lantang pada pasangannya.

Oleh karenanya, kamu yang saat ini tengah dilema dan takut akan sesuatu yang mungkin akan menjadi boomerang dalam hidupmu, jangan coba-coba melanjutkan kisah hina yang akan membuatmu hina suatu saat nanti.
Jangan lagi menyembunyikan sesuatu yang akhirnya akan membuat luka menyakitkan, jika memang tidak bisa kamu menghindar dari jurang yang terlanjur kamu masuki, maka lebih baik jujurlah meski akhirnya kamu menyakitiku.

Sekali lagi aku katakan kepadamu, aku dan kamu sudah sama-sama dewasa, maka bersikaplah layaknya orang dewasa, tegaslah apa yang sebenarnya kamu inginkan.
Apapun yang kamu rasakan sekarang, ntah itu bosan atau semacamnya jujurlah kepadaku, jangan sembunyi-sembunyi kamu menyembunyikan hati lain.
Aku tidak ingin kamu tersiksa, dan aku pun tidak mau kamu siksa dengan sikapmu yang sudah berubah tidak sepeduli dulu. Kamu punya hak untuk tetap tinggal dan pergi, hanya satu pintaku kepadamu, putuskanlah semuanya dengan baik.
Karena jika kamu memang sudah membutuhkan yang lebih baik, maka aku pun demikian, aku juga butuh seseorang yang lebih baik yang bisa menghargai ketutulusanku.
Lantas jangan membuat sekat seakan semuanya baik-baik saja, padahal rasanya sudah jauh dari kata nyaman dan baik. Tidak usah pikirkan bagaimana diriku setelah kepergianmu, tapi pikirkanlah bagaimana kamu setelah kebaikanku kamu abaikan.
Jadi tolong jujurlah, jangan sampai akhirnya kamu membuatku tega memandangmu sebagai laki-laki yang tidak punya tanggung jawab, dan miskin ketegasan.

Subscribe to receive free email updates:

Loading...

0 Response to "Kalau Sudah Ada Aku, Jangan Sampai Ada Dia. Sampai Sini Paham Tidak?"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.