Loading...

Dulu Kakek Tua ini Seorang Pejuang Kemerdekaan, Sekarang Ia Harus Jualan Mainan di Pinggir Jalan Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup


Memasuki HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada hari Senin, 17 Agustus 2020, sejumlah kisah yang berhubungan dengan hari kemerdekaan kini mulai bermunculan.

Diantaranya, kisah yang dibagikan pengguna Instagram bernama akun @thoric.idn.

Dalam keterangan videonya, Ahmad Thoric menceritakan sosok lelaki yang ditemuinya sedang berjualan di pinggir jalan.

Sepintas, lelaki itu terlihat seperti orang biasa, namun siapa menyangka ada sebuah fakta menakjubkan di balik penampilannya.

Diungkapkan Thoric, lelaki yang akrab disapa Pak Min itu adalah eks pejuang kemerdekaan.

Saat Indonesia masih dikuasai Belanda, Pak Min ikut terjun melawan penjajah dalam Agresi Militar Belanda II di Donohudan, Boyolali.

Pak Min ikut berperang bukan hanya sekedar membela negeri tercinta, namun juga untuk membalaskan rasa sakitnya terhadap penjajah yang telah menembak mati ayahnya.

“Karena waktu itu beliau masih berusia sekitar 16-17 tahun sama komandan-komandannya itu dibilangin gini ‘kamu itu masih kecil, kamu itu pantasnya malah jadi mata-mata, kamu nggak bakal ketangkap sama orang Belanda’,” ungkap Thoric melalui sambungan telepon, Senin (10/8), dikutip dari TribunLombok.com.

Dari situ, Pak Min ditugaskan sebagai mata-mata Indonesia untuk mengawasi gerak-gerik Belanda, karena dahulu Belanda juga punya antek-antek yang merupakan orang Indonesia.

“Tugasnya waktu itu, jadi Belanda itu kata beliau juga punya antek-antek orang Indonesia, antek antek itu bawaannya gampang banget.”

“Kalau tangannya ada cermin, genggam cermin. Itu fungsinya ngasih kode ke Belanda daerah tersebut kalau sudah dipantulkan sinar dari cermin nanti nggak begitu lama ada pesawat Belanda nge-bom wilayah tersebut.”

“Nah ceritanya beliau itu, beliau men-survet kayak gitu,” Thoric menjelaskan.

Meski turut andil membela Indonesia, namun Pak Min tak mendapatkan fasilitas kehidupan selayaknya pejuang-pejuang lainnya.

Dia bahkan kini harus berjualan mainan hasil buatan tangannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Pak Min itu jualan pistol-pistolan sama pesawat dari gabus (handmade), yang lain kulakan seperti celengan, topeng dan lain-lain,” kata Thoric seraya menyebut harga mainan Pak Min, mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu.

Subscribe to receive free email updates:

Loading...

0 Response to "Dulu Kakek Tua ini Seorang Pejuang Kemerdekaan, Sekarang Ia Harus Jualan Mainan di Pinggir Jalan Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.