Loading...

2 Hari Sebelum Eksekusi Khatam Al Quran, Jasad Freddy Budiman Terasa Ringan, Ustaz Fatih Karim Beri Kesaksian



Kemunculan putra Freddy Budiman, Muhammad Fikri Fernanda Budiman menguak kisah sang gembong narkoba yang jarang diketahui orang.

Freddy Budiman dieksekusi mati pada 2016 oleh negara di Nusakambangan.

Hampir lima tahun berlalu sejak eksekusi mati papanya, anak Freddy Budiman, Muhammad Fikri Fernandaakhirnya bicara ke media.

Bahkan, Fikri, buah cinta Freddy Budiman dengan istri pertama berani mengungkap fakta yang jarang diketahui publik soal mendiang ayahnya.

Dilansir Zonajakarta.com dari akun YouTube Gritte Agatha yang mengunggah sebuah video pada 17 Maret 2021, anak kandung terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman membagikan kisahnya.


Meski bapaknya dicap gembong narkoba paling berbahaya sampai harus dieksekusi mati oleh negara, rupanya Fikri justru kebalikannya.

Putra Freddy Budiman bahkan bawa nama baik Indonesia sampai ke Amerika.

"Tahun 2013, akhirnya gue memutuskan untuk sekolah, jadi 2013 itu lulus SMP.

2013 waktu itu memutuskan untuk sekolah asrama waktu itu.


Karena saran dari Papa.


Dia bilang waktu itu, 'Dedek, kalo bisa sekolah coba asrama, biar dedek lebih mandiri lagi'.

'Biar dedek lebih dewasa dan lebih mandiri, jangan keseringan ketemu Papa (berkunjung ke penjara)'.

Karena dia tuh nggak pengen gue tuh berada di lingkungan dia," ujar Fikri mengisahkan sosok ayahnya yang jarang diketahui orang.


Bahkan, hingga ajal menjemput orang tak banyak yang tau jika Freddy Budiman sudah berubah.

Dari seorang gembong narkoba yang yang ketahuan memiliki 1,4 juta barang haram berupa ekstasi pada 2013 silam, Freddy Budiman menjelma jadi sosok yang agamis sebelum kematiannya.

Dilansir Zonajakarta.com dari kanal YouTube Denny Darko, dalam video yang diunggah pada 3 April 2021, Fikri, anak Freddy Budiman memutar rekaman kesaksian Ustaz Fatih Karim.


Ustaz Fatih Karim yang sedang menceritakan detik-detik kematian Freddy Budiman di depan para jamaah.

Melalui video itu, ustaz Fatih Karim bercerita saat dirinya ingin menemui Freddy Budiman tapi tak diizinkan karena sedang ada pembacaan surat eksekusi mati.

Ustaz Fatih Karim mengatakan eksekusi mati dilakukan dua hari usai pembacaan surat tersebut dan setelah Freddy Budiman tahu kapan waktu kematiannya, bandar narkoba kelas kakap itu melakukan tobat nasuha.


Disebutkan, selama dua hari menjelang eksekusi matinya, Freddy Budiman mampu khatam Al Qur’an sebanyak 7 kali dalam sehari.

Melalui keterangan ustaz Fatih Karim, saat akan dieksekusi mati kaki dan tangan Freddy Budiman diikat dan disandarkan pada sebatang kayu.

Eksekusi mati tersebut harus dilakukan dalam satu kali tembak dan tidak boleh berkali-kali karena akan menyakiti korban.


Usai ditembak, Freddy Budiman langsung menghembuskan nafas terakhirnya tanpa kejang-kejang atau muntah darah terlebih dahulu.

Selain itu, menurut ustaz Fatih Karim saat mengangkat jasad Freddy Budiman ke keranda jenazah tubuhnya terasa ringan dan wajahnya tersenyum.

Bahkan menurut pengakuannya, dia sampai menangis karena melihat bandar narkoba bisa terlihat damai saat meninggal.***ZJ

Subscribe to receive free email updates:

Loading...

0 Response to "2 Hari Sebelum Eksekusi Khatam Al Quran, Jasad Freddy Budiman Terasa Ringan, Ustaz Fatih Karim Beri Kesaksian"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.