Pak Saliman Harus Tinggal di Kuburan gara gara Dirinya Dilarang Kembali ke Tanah Keluarga



Pulang ke kampung halaman setelah merantau ke Lampung, Saliman (66) malah dihadapi kenyataan pahit. Dia tidak diperbolehkan tinggal di tanah warisan orangtuanya.

Saliman yang enggan menjadi gelandangan, tidur di jalanan, lantas memutuskan untuk membangun gubuk 1×2 meter di tengah area pemakaman umum alias kuburan sebagai tempat beristirahatnya.

“Ya, bagaimana lagi. Sudah tidak ada tempat lagi untuk tinggal,” ujar dia saat ditemui di gubuknya, Selasa (8/6).

Sementara untuk kegiatan mandi cuci kakus (MCK) sendiri, Saliman harus menumpang di perkampungan terdekat.

Dinginnya angin malam serta gatalnya badan akibat gigitan nyamuk sudah menjadi ‘makanan’ tiap malam bagi Saliman.

Namun bersyukur, penderitaannya ini akan segera berakhir, karena sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan sudah mendengar kabarnya, dan akan membantu untuk membuatkannya rumah.

“Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Pemkab Kebumen untuk membuatkan rumah bagi Pak Saliman. Rencananya pembangunan rumah di atas tanah keluarga,” ujar Sugeng, dilansir liputan6.com.

Saliman jelas merasa bersyukur dan terharu atas bantuan yang diberikan kepadanya.

“Ya, kalau saya dibuatkan rumah. Saya sangat bersyukur sekali,” tuturnya.

Subscribe to receive free email updates:

Loading...

0 Response to "Pak Saliman Harus Tinggal di Kuburan gara gara Dirinya Dilarang Kembali ke Tanah Keluarga"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.