Hidup Sendiri Kakek Ini Sering Menahan Lapar Dan Sakit, Tidur Pun Hanya Beralaskan Kardus





    Kakek Duriyat yang sudha berusia 65 tahun harus bertahan hidup sendirian tanpa anak dan istri di Desa Cangkring Kabupaten Tegal. Bukannya, menikmati hidup di usia senja dengan menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta, ia malah hidup sebatang kara.

    Pak Duriyat bekerja sebagai pembuat kandanga ayam dengan modal Rp 25 ribu dan upah sebesar Rp 20 ribu. Ia tidak mencari untung, tetapi yang penting ada yang beli dan ada kegiatan.

    ” Iya, sebenarnya dak untung. Daripada ga laku kalau dijual, itung-itung sebagai kegiatan kakek saja.”

    Selama ini, Pak Duriyat tinggal di rumah yang tidak layak. Gubuk dengan keadaan seadanya itu terbuat dari seng pada bagian sisinya dan memiliki banyak celah besar hingga membuat hujan dan angin bisa dengan gampang masuk.

    Gubuk itu juga tidak memiliki kasur, sehingga ia tidur hanya beralaskan kardus. Perabotan juga hanya seadanya. Selain itu, gubuk tersebut di bangun di atas tanah milik orang lain. Sehingga membuatnya bisa diusir sewaktu-waktu oleh si pemilik tanah.

    Bahkan, Pak Duriyat sering menahan lapar. Ketika ditemui Tim Relawan Rumah Yatim, ak Duriyat sedang dalam keadaan sakit karena hanya bisa makan dua pisang kecil seharga Rp 2 ribu dan segelas air putih.

    Ketika diundang tahlilan ia sangat senang, karena saat itu ia bisa makan enak. Kini ia hanya berharap bisa tidur dan punya pakaian yang layak, serta kebutuhan pokoknya terpenuhi.