Satpol PP Mardani Hamdan Sah Jadi Pengangguran, Ini Sosok Pejabat Wanita yang Bikin Pemilik Cafe Emosi Duluan



    Oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa,  Mardani Hamdan menjadi sorotan karena aksinya viral di sosial media.

    Pasalnya, Mardani Hamdan yang merupakan seorang anggota Satpol PP Kabupaten Gowa tertangkap kamera melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita pemilik cafe.

    Mardani Hamdan, Satpol PP Kabupaten Gowa melakukan penganiayaan terhadap wanita pemilik cafe saat dirinya dan sejumlah aparat melakukan razia pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM Darurat).


    Korban oknum Satpol PP Kabupaten Gowa tersebut adalah pasangan suami istri bernama Nur Halim (26) dan Amriana (34) di warung kopi milik mereka.

    Setelah beberapa hari menjadi gunjingan, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan akhirnya mencopot Mardani Hamdan, Satpol PP Kabupaten Gowa yang kini sah berstatus pengangguran.


    Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com lewat akun Instagram Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang juga menekankan bahwa keputusan pecat terhadap oknum Satpol PP Mardani Hamdan telah melalui proses hukum dan pemeriksaan mendalam.

    Pemecatan terhadap oknum Satpol PP yang menampar ibu hamil tersebut dilakukan oleh Bupati Gowa usai melalui jalur hukum.


    “SAYA COPOT! Hari ini Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat, atas pemeriksaan Sekretaris Satpol PP, Mardani Hamdan telah diserahkan ke Sy. Setelah melalui pemeriksaan maraton oleh Inspektorat,” tulis di keterangan unggahan foto surat keputusan pemecatan.

    Melalui unggahan tersebut, Adnan juga menyebut bahwa Mardani Hamdan telah terbukti melanggar kedisiplinan sebagai ASN.


    Pemecatan terhadap Mardani Hamdan sudah dilakukan terhitung hari ini, Sabtu 17 Juli 2021.

    Adnan juga menjelaskan pencopotan jabatan terhadap tersangka harus melalui hukum dengan bukti-bukti yang jelas.


    “Sy tidak langsung saja mencopot yang bersangkutan. Itu karena kita negara hukum, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Makanya dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat, sekaligus pemenuhan hak yang bersangkutan untuk melakukan pembelaan atas perbuatannya,” lanjut Adnan.

    Tak cuma Mardani Hamdan, si anggota Satpol PP yang membuat pemilik cafe emosi, rupanya ada pejabat lain yang sudah terlebih dulu menyulut kemarahan pasangan suami istri bernama Nur Halim dan Amriana.

    Hal ini seperti dikutip Zonajakarta.com dari akun Instagram @undercover.id yang mengunggah video pada 16 Juli 2021.

    Dalam video tersebut, terekam aksi Nur Halim dan Amriana yang melakukan live di sosial medianya sebelum razia.


    Nur Halim dan Amriana awalnya terekam tengah melakukan review makanan.

    Namun sejumlah petugas dalam jumlah banyak masuk ke rumah yang juga merupakan cafe mereka.

    Sejak di awal video live, istri pemilik cafe mengaku dirinya sedang tak enak badan sehingga ia memakai baju terbuka.


    Ketika petugas razia masuk ke rumah, ia diminta untuk berpakaian sopan di rumahnya sendiri.

    Ia lalu kemudian meminta kepada anaknya untuk mengambilkan baju.

    Namun seorang petugas wanita berjilbab yang mengenakan rompi mengomentari pakaian terbuka wanita pemilik cafe yang sedang berada di rumahnya sendiri.


    Belakangan diketahui sosok wanita berjilbab tersebut adalah Kamsinah, PJS Sekda Kabupaten Gowa.


    "Kenapa dengan pakaian saya?," tanya wanita pemilik cafe kepada sosok wanita berjilbab.


    "Ini kan di rumah," sahut sang suami.


    "Jangan dibahas masalah pakaian, ini masalah saya, yang dibahas kan masalah covid, bukan pakaian saya! Ini kan di rumah saya bu!," lanjut sang istri.


    "Terima saja masukannya sayang," ujar wanita berjilbab.


    "Iya tapi kan nggak usah bahas pakaian! Anda kan datang ke sini untuk covid," jawab pemilik cafe.


    "Oke, saya diingatkan, sampai di sini," ujar wanita berjilbab.


    "Dek, dek, salah pengertianki, bukan dibahas pakaian ini diberikan saran, kalau diterima silahkan, tidak pun tidak apa-apa. Ini ibu cuma saran saja," ujar seorang pria berbaju polisi.


    "Saya kan sudah bilang tadi, minta maaf saya lagi nggak enak badan, ini di rumah saya," ujar pemilik cafe lagi.


    "Tapi boleh musiknya pelan," sahut wanita berjilbab.


    "Yang masuk neraka kan saya sendiri," sahut pemilik cafe lagi.


    "Yang menentukan masuk neraka nggak ada orang dari sini," ujar pria berbaju polisi.


    Wanita berjilbab yang menyulut emosi pemilik cafe lalu melipat kedua tangannya memberi isyarat minta maaf.

    Tak lama kemudian, rombongan aparat tersebut pergi meninggalkan rumah pemilik cafe.

    Namun, saat sang suami tengah mengambil gambar kondisi di luar cafenya, Mardani Hamdan, si anggota Satpol PP tiba-tiba masuk ke dalam dan memaksa bertemu dengan istri pemilik cafe.

    Hingga terjadilah kericuhan dan dugaan penganiayaan oleh anggota Satpol PP tersebut terhadap istri pemilik cafe.***ZJ