Viral! Kisah Bule Cantik Prancis Kepincut Pria Aceh Lalu Menikah Usai Jadi Mualaf





    Tiphanie Poulon seorang bule cantik berkewarganegaraan Prancis yang kepincut seorang pria asal Aceh bernama Amal. Meski memiliki perbedaan agama dan budaya, namun itu bukan penghalang bagi cinta mereka. Bahkan, Tiphaine bersedia menjadi mualaf agar bisa enikah dengan Amal.

    Awal hubungan Amal dan Tiphaine muncul di publik adalah ketika iphaine yang berprofesi sebagai model membagikan kisahnya sebelum memutuskan menjadi mualaf. Keputusannya itu dipelantarai oleh Amal, pria Aceh yang berhasil membuatnya jatuh cinta.


    Dalam akun TikToknya, Tiphaine menceritakan awal mula pertamuannya dengan Amal. Saat itu amal menjadi tour guide-nya selama ia berada di Aceh. Dalam video yang ia bagikan juga terlihat Tiphaine mencoba memakai selendang untuk menutupi sebagian rambutnya.

    “Ini adalah awal kisah saya. Saya pergi ke Aceh pada Mei 2018 untuk pertama kali. Saya menutupi rambut saya dengan selendang demi menunjukkan hormat saya kepada masyarakat Aceh,” tulis Tiphaine, sebagai deskripsi dalam video , dikutip Minggu (12/9/2021).

    Tiphaine semakin tertarik mempelajari ilmu agama Islam setelah mengunjungi Aceh dan mengenal Amal. Ia merasa ada perbedaan saat diajarkan agama Islam oleh muslim di Prancis dan pria Aceh yang dicintainya.

    “Setiap hari saya belajar sedikit demi sedikit tentang Islam. Dan waktu itu saya merasa sangat berbeda dengan apa yang coba diajarkan oleh teman-teman muslim Prancis kepada saya,” kisah Tiphaine.

    “Mungkin karena yang mengajarkan saya adalah orang yang saya jatuh cinta kepadanya. Beberapa bulan berlalu sehingga akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke Islam walaupun agak takut. Saya belajar Al-Fatihah, saya belajar sembahyang,” tambahnya.


    Tiphaine mengaku sangat menyukai suasana bulan Ramadhan. Terlebih saat ia melewati bulan suci pertamanya, ia menjadi semakin mantap atas keputusannya untuk menjadi seorang mualaf. Ia juga merasa bangga karena kini ia sudah menjadi orang Islam.

    “Saya memasuki Ramadhan pertama saya. Saya sangat menyukainya dan pada saat itu saya menyadari bahwa saya sangat berbahagia atas pilihan saya. Sekarang saya bangga menjadi orang Islam setelah dua tahun berlalu,” lanjutnya.