Ibu Ini Menangis Di Tepi Jalan Gara Gara Anaknya Tewas Luka Tusuk Tapi Disebut Kecelakaan



    Lagi, seorang warga tidak mendapat keadilan sebagaimana hak setiap warga negara Indonesia (WNI).

    Hingga saat ini, Sumartin belum mendapatkan kepastian mengenai penyebab kematian putra keduanya yang ditemukan meninggal dunia pada Minggu (12/9/2021) lalu di jalan raya Tenaru, Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

    Oleh petugas kepolisian, ia dan suaminya, Sujiadi, hanya diberi kabar bahwa putranya tersebut meninggal dalam kecelakaan tunggal.

    Padahal, dari fakta yang ditemukan tidak sesuai, sangat berlawan arah. Pasalnya, jasad korban dipenuhi luka seperti korban penganiayaan berat. Dimana luka lebam pada kedua mata, luka tusuk pada bagian rahang hingga kepala bagian belakang yang mengalami pendarahan hebat, seperti dilansir TribunLampung.com.

    “Bagaimana mungkin kecelakaan hanya di bagian kepala saja, sangat tidak wajar. Apalagi, dari keterangan beberapa saksi mata yang saya temui. Anak saya bersama segerombolan orang tidak dikenal sebanyak 4-6 orang sebelum ditemukan tewas,” ungkap Sujiadi emosi.

    Ditambah, beberapa waktu belakangan ada beberapa pihak yang menawarkan santunan guna merayu Sujiadi dan Sumartin untuk mencabut laporan.

    Namun tak gentar, ibu dan ayah korban terus maju untuk mendapatkan keadilan bagi putranya yang sudah tenang di alamNya.

    “Semoga segera terungkap kematian anak saya,” harap Sumartin.

    Sementara Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizku Saputro mengatakan, bahwa kasus kecelakaan misterius yang sebelumnya ditangani Unit Laka Satlantas Polres Gresik sudah dilimpahkan ke jajaran Satreskrim Polres Gresik.

    “Masih dalam proses penyelidikan, mohon waktu,” ucapnya singkat.

    Tidak ada komentar untuk "Ibu Ini Menangis Di Tepi Jalan Gara Gara Anaknya Tewas Luka Tusuk Tapi Disebut Kecelakaan"